Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Senin, 24 Februari 2014
Daftar Orang Yang Masih Hidup Setelah Dieksekusi Mati
Daftar Kasus Orang yang Tidak Mati Setelah Dieksekusi Mati- Jodoh dan kematian hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala lah yang menentukan. Kita selaku manusia hanya bisa menerima ketentuanNya tersebut. Kasus-kasus berikut ini unik. Beberapa terpidana mati tidak menemui ajalnya sekalipun telah dilakukan pelaksanaan hukuman mati terhadap mereka.
John Henry George Lee
John merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, Miss Emma ditemukan tewas dengan leher yang tersayat pisau dan rumahnya terbakar. John kemudian dinyatakan bersalah dan divonis hukuman gantung. Menurut jadwal, John akan dgantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.
Setelah tergantung slama 1/2 jam, tubuh anne diturunkan dan diberikan pada pihak universitas sebagai bahan kuliah anatomi. Namun, setelah di kampus, peti dibuka dan dokter mendengar suara bernapas dari tenggorokannya. Mereka segera memberinya minum.
Dua belas jam setelah eksekusi, Anne sudah bisa bicara beberapa kata. Beberapa tahun kemudian Anne akhirnya menikah dan punya 3 orang anak, serta dapat hidup 15 tahun lagi setelah peristiwa eksekusi yang membuatnya terkenal itu.
Setelah kasus ini, terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya, shingga dapat mati secara cepat.
Bukannya menggantung tubuh Joseph, tali tersebut malah putus. Algojo coba lagi, tetapi kali ini tali tersebut selip dan kaki Joseph menyentuh tanah. Di tengah kegaduhan penonton, algojo coba lagi untuk ketiga kali. Tali tersebut kembali putus.
Kali ini petugas di lokasi mengabarkan gubernur tentang peristiwa ini. Setelah mengetahuinya, gubernur mengubah hukuman Joseph menjadi kurungan seumur hidup. Gubernur dan petugas lain meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan petunjuk dari Tuhan, bahwa tidak seharusnya Joseph mendapat hukuman tersebut.
Entah bagaimana, Moguel bisa bertahan hidup dan berencana untuk melarikan diri. Moguel pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga tersebut.
Foto di atas diambil pada tahun 1937 di acara Ripley’s Believe It or Not. Dimana Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yg menembus kepalanya dari jarak dekat.
sumber
@galaksinews.com
John merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, Miss Emma ditemukan tewas dengan leher yang tersayat pisau dan rumahnya terbakar. John kemudian dinyatakan bersalah dan divonis hukuman gantung. Menurut jadwal, John akan dgantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.
Ketika sudah hari-H, John dibawa keluar dari selnya untuk menuju tempat eksekusi. Namun, trap door (pintu penyekat antar zona penjara) macet. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi tiga kali.
Di tengah kebingungan pihak penjara dan eksekutor, John dikembalikan ke sel nya. Dan beberapa hari kemudian, hukumannya diubah menjadi kurungan seumur hidup.Anne Green
Dieksekusi mati dengan cara digantung ketika berumur 22 tahun. Pada masa itu, hukuman gantung dilaksanakan dengan cara si napi disuruh naik tangga dan mengalungkan sendiri tali ke lehernya.Setelah tergantung slama 1/2 jam, tubuh anne diturunkan dan diberikan pada pihak universitas sebagai bahan kuliah anatomi. Namun, setelah di kampus, peti dibuka dan dokter mendengar suara bernapas dari tenggorokannya. Mereka segera memberinya minum.
Dua belas jam setelah eksekusi, Anne sudah bisa bicara beberapa kata. Beberapa tahun kemudian Anne akhirnya menikah dan punya 3 orang anak, serta dapat hidup 15 tahun lagi setelah peristiwa eksekusi yang membuatnya terkenal itu.
Setelah kasus ini, terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya, shingga dapat mati secara cepat.
Joseph Samuel
Joseph divonis mati dengan cara digantung setelah dituduh melakukan perampokkan rumah seorang wanita kaya dan polisi yang menjaga rumah tersebut ikut terbunuh. Joseph memang mengakui perampokkan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Joseph merampok rumah tersebut bersama gengnya. Si kepala geng dilepaskan karena kurangnya barang bukti.
Pada 1803, Joseph dibawa bersama napi lain ke Parramatta, di mana sudah ada ratusan orang yang datang untuk melihat eksekusi ini. Setelah berdoa, Joseph naik ke atas gerobak dan di lehernya dikalungkan tali. Setelah siap, gerobak tersebut ditarik.Bukannya menggantung tubuh Joseph, tali tersebut malah putus. Algojo coba lagi, tetapi kali ini tali tersebut selip dan kaki Joseph menyentuh tanah. Di tengah kegaduhan penonton, algojo coba lagi untuk ketiga kali. Tali tersebut kembali putus.
Kali ini petugas di lokasi mengabarkan gubernur tentang peristiwa ini. Setelah mengetahuinya, gubernur mengubah hukuman Joseph menjadi kurungan seumur hidup. Gubernur dan petugas lain meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan petunjuk dari Tuhan, bahwa tidak seharusnya Joseph mendapat hukuman tersebut.
Wenseslao Moguel
Moguel divonis mati dengan cara ditembak oleh regu tembak kepolisian. Ia ditembak 9 kali, termasuk 1 peluru terakhir yang ditembakkan ke kepalanya oleh komandan regu dalam jarak dekat untuk memastikan kematiannya.Entah bagaimana, Moguel bisa bertahan hidup dan berencana untuk melarikan diri. Moguel pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga tersebut.
Foto di atas diambil pada tahun 1937 di acara Ripley’s Believe It or Not. Dimana Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yg menembus kepalanya dari jarak dekat.
sumber
Kamis, 06 Februari 2014
Pengantin Baru Mati Lemas Di Air Terjun Asahan

TANGKAK – Seorang lelaki mati lemas selepas menyelamatkan adiknya yang tergelincir di kawasan air terjun Asahan, bersempadan dengan Melaka dan Johor, di sini semalam.
Dalam kejadian kira-kira 10 pagi itu, mangsa, Mohd Khidil Ismeath Anuar, 25, menghabiskan cuti hujung minggu berkelah di kawasan berkenaan bersama isteri, Shakilah Zakaria, 26, dan adik bongsunya, Mohd Aliff Najmi Anuar, 13.
Mangsa merupakan seorang kakitangan kerajaan dan baru bernikah dengan isterinya, hampir sebulan lalu.
Mohd Aliff berkata, kemalangan berlaku apabila abangnya yang dipanggil abang lang, mahu menyelamatkan dirinya daripada lemas.
Pelajar tingkatan satu Sekolah Menengah Sri Pantai, di sini itu berkata, dia pada mulanya mandi di bahagian atas, namun ketika terpijak salah satu batu, dia tergelincir masuk ke pusaran air, sebelum menjerit meminta tolong.
Menurutnya, dia dapat merasakan kawasan itu begitu dalam dan ketika itu jaraknya dengan Mohd Khidil, kira-kira 3 meter.
“Saya tergelincir dan menjerit panggil abang lang, abang lang… sebelum abang lang datang menolak saya ke tepi. Kemudian saya tak nampak abang lang lagi.
“Dalam keadaan tercungap-cungap saya mendengar kakak ipar saya (Shakilah) menjerit memanggil ‘abang! abang!’ Saya pandang semula ke tempat itu tapi tak nampak abang lang,” katanya.
Menurutnya, sebelum abangnya dibawa arus, Shakilah nampak mangsa terkapai-kapai di dalam air, lalu tenggelam dan hilang.
Mayat mangsa bagaimanapun ditemui kira-kira dua jam selepas itu oleh pasukan Bomba dan Penyelamat.
“Saya sedih sebab saya yang mula lemas tapi abang yang menyelamatkan saya pula lemas,” katanya ketika ditemui di Bilik Mayat Hospital Tangkak, dekat sini, semalam.
Mohd Aliff berkata, mangsa, anak ketiga daripada lima beradik itu, tidak menunjukkan sebarang perubahan sebelum ini.
“Tapi Allahyarham begitu beria-ia mengajak kami sekeluarga berkelah di situ. Cuma, saya dan isterinya saja yang ikut hari ini (semalam),” katanya.
Menurutnya, mereka sekeluarga baru tiba dari Kuala Lumpur ke Kampung Bekoh, dekat sini, petang kelmarin dan ini pertama kali dia dan Allahyarham menjejak kaki ke kawasan tersebut.
Baru dua minggu pulang berbulan madu
Sementara itu, abang kedua mangsa, Muhammad Hatta Anuar, 27, berkata, Allahyarham merupakan seorang penyayang.
“Allahyarham dan isterinya baru pulang dari berbulan madu di Korea, dua minggu lalu,” katanya.
Menurutnya, sebelum ini mereka kerap bertemu di rumah keluarga di Kuarters Polis Pantai, bagaimanapun jarang berjumpa selepas adiknya berpindah ke rumah mertua di Sungai Buloh selepas mendirikan rumahtangga pada 1 September lalu.
“Dah ajal dia, dia pergi hari ini dan kami sekeluarga reda. Namun, lebih menyedihkan ketika ini, ibu bapa mertua Allahyarham tidak dapat melihat jenazah buat kali terakhir kerana berada di Makkah mengerjakan haji,” katanya.
Sementara itu, Shakilah enggan ditemui pemberita kerana masih bersedih.
Jenazah mangsa dikebumikan di Tanah Perkuburan Islam Kampung Bekoh, Tangkak, selepas solat Asar, semalam.
Dalam pada itu, Ketua Balai Bomba dan Penyelamat Jasin, Johari Masom berkata, seramai enam anggota membabitkan tiga jentera dari Balai Bomba Jasin, Balai Bomba Jasin Bestari serta unit Skuba Jalan Kubu Baru dikejarkan ke tempat kejadian untuk usaha mencari dan menyelamat.
“Operasi menyelamat sukar kerana kedalaman kawasan air terjun lebih lima meter menyebabkan kita terpaksa meminta bantuan unit skuba,” katanya.
Beliau berkata, mayat mangsa ditemui dan dibawa naik kira-kira 12.20 tengah hari tidak jauh dari tempat mangsa menyelamatkan adiknya.
“Mangsa ditemui dalam keadaan tertiarap dan tiada kesan luka pada badan mangsa. Anggota bomba mengambil masa kira-kira tujuh minit membawa naik ke darat dan mayatnya dihantar ke Hospital Tangkak sebelum dituntut waris,” katanya. – Sinar Harian
Selasa, 24 Desember 2013
Bekas pemain ragbi Britain kalah kes untuk mati
Tony Nicklinson kelihatan menangis apabila mengetahui keputusan mahkamah menolak permohonannya. - Foto ihsan irishtimes.com
Tony Nicklinson yang memfailkan permohonan untuk menamatkan hidupnya. - Foto ihsan CNN
LONDON - Seorang lelaki British, yang lumpuh dari leher hingga ke bahagian bawah ekoran strok tujuh tahun lalu, kalah dalam permohonan untuk mendapatkan hak untuk mengakhiri hidupnya.
Semalam, Mahkamah Tinggi London menolak permohonan yang dibuat oleh Tony Nicklinson, 58, untuk mati mengikut masa dan tarikh pilihannya.
Dia memohon hak dari segi perundangan untuk mendapatkan seorang doktor yang boleh menamatkan nyawanya tanpa pegawai perubatan yang bakal dipilihnya itu dikenakan didakwa.
Laporan CNN menyebut bahawa sejak mengalami strok pada 2005, Nicklinson, seorang bekas pemain ragbi, berhadapan dengan sindrom locked-in.
Sindrom locked-in merujuk kepada satu keadaan di mana seorang pesakit sedar dan terjaga tetapi tidak boleh bergerak atau berinteraksi secara lisan ekoran keadaan lumpuh penuh yang dialaminya.
Mahkamah juga menolak kes yang serupa dibawa oleh seorang lagi lelaki yang berhadapan dengan sindrom locked-in. Pemohon kedua itu hanya dikenali sebagai Martin, berusia 47 tahun.
"Mahkamah iktiraf kes-kes yang bersangkutan dengan isu-isu etika, sosial dan perundangan yang sukar, tetapi mendapati bahawa sebarang pindaan ke atas undang-undang menjadi urusan Parlimen untuk putuskan," kata kenyataan mahkamah.
Tiga hakim yang mendengar kedua-dua kes itu menyifatkan situasi dialami mereka sebagai sesuatu yang "tragis."
Keputusan itu mengecewakan Nicklinson, yang menitiskan air mata.
Isterinya, Jane memberitahu media bahwa keluargarnya "sangat kecewa" dan akan memfailkan rayuan.
"Anda boleh lihat sendiri reaksi Tony yang sangat kecewa," kata Jane dipetik portalirishtimes.com.
Dalam kenyataan dibuat menerusi komputernya, Nicklinson berkata: "Itu bukan keputusan yang saya harapkan. Ia sama sekali (sesuatu yang) saya tidak menjangkakan."
"Hakim, seperti juga ahli politik, adalah pihak yang bergembira apabila mereka dapat mengelak daripada berhadapan dengan isu-isu yang sebenar. "Penghakiman ini bukan sesuatu yang terkecuali (daripada hakikat sebenar)," katanya lagi.
Dia seterusnya menulis, "saya percaya pasukan guaman saya yang bertindak bagi pihak saya bersedia untuk berjuang habis-habisan, tetapi malangnya bagi saya, ini satu lagi situasi fizikal yang tidak selesa bagi diri saya."
Anak-anak perempuannya menulis menerusi Twitter menggesa orang ramai memulakan petisyen menyokong hak untuk mati dengan penuh maruah.
Dalam tempoh beberapa jam seramai lebih 2,200 orang melahirkan sokongan kepadanya.
Jane berkata, suaminya tidak berhasrat untuk ke Switzerland, negara yang ada undang-undang bunuh diri.
Katanya, selain mahal, dia berpandangan bahawa suaminya tidak harus ke luar negara untuk menamatkan hidupnya.
Semalam, Mahkamah Tinggi London menolak permohonan yang dibuat oleh Tony Nicklinson, 58, untuk mati mengikut masa dan tarikh pilihannya.
Dia memohon hak dari segi perundangan untuk mendapatkan seorang doktor yang boleh menamatkan nyawanya tanpa pegawai perubatan yang bakal dipilihnya itu dikenakan didakwa.
Laporan CNN menyebut bahawa sejak mengalami strok pada 2005, Nicklinson, seorang bekas pemain ragbi, berhadapan dengan sindrom locked-in.
Sindrom locked-in merujuk kepada satu keadaan di mana seorang pesakit sedar dan terjaga tetapi tidak boleh bergerak atau berinteraksi secara lisan ekoran keadaan lumpuh penuh yang dialaminya.
Mahkamah juga menolak kes yang serupa dibawa oleh seorang lagi lelaki yang berhadapan dengan sindrom locked-in. Pemohon kedua itu hanya dikenali sebagai Martin, berusia 47 tahun.
"Mahkamah iktiraf kes-kes yang bersangkutan dengan isu-isu etika, sosial dan perundangan yang sukar, tetapi mendapati bahawa sebarang pindaan ke atas undang-undang menjadi urusan Parlimen untuk putuskan," kata kenyataan mahkamah.
Tiga hakim yang mendengar kedua-dua kes itu menyifatkan situasi dialami mereka sebagai sesuatu yang "tragis."
Keputusan itu mengecewakan Nicklinson, yang menitiskan air mata.
Isterinya, Jane memberitahu media bahwa keluargarnya "sangat kecewa" dan akan memfailkan rayuan.
"Anda boleh lihat sendiri reaksi Tony yang sangat kecewa," kata Jane dipetik portalirishtimes.com.
Dalam kenyataan dibuat menerusi komputernya, Nicklinson berkata: "Itu bukan keputusan yang saya harapkan. Ia sama sekali (sesuatu yang) saya tidak menjangkakan."
"Hakim, seperti juga ahli politik, adalah pihak yang bergembira apabila mereka dapat mengelak daripada berhadapan dengan isu-isu yang sebenar. "Penghakiman ini bukan sesuatu yang terkecuali (daripada hakikat sebenar)," katanya lagi.
Dia seterusnya menulis, "saya percaya pasukan guaman saya yang bertindak bagi pihak saya bersedia untuk berjuang habis-habisan, tetapi malangnya bagi saya, ini satu lagi situasi fizikal yang tidak selesa bagi diri saya."
Anak-anak perempuannya menulis menerusi Twitter menggesa orang ramai memulakan petisyen menyokong hak untuk mati dengan penuh maruah.
Dalam tempoh beberapa jam seramai lebih 2,200 orang melahirkan sokongan kepadanya.
Jane berkata, suaminya tidak berhasrat untuk ke Switzerland, negara yang ada undang-undang bunuh diri.
Katanya, selain mahal, dia berpandangan bahawa suaminya tidak harus ke luar negara untuk menamatkan hidupnya.
sumber : sinar harian
borak kosong
Sabtu, 23 November 2013
6 Orang Yang Mati Karena Ingin Membuktikan Hal Yang Gak Penting
Sejarah banyak mencatat orang” yang mempertaruh diri mereka untuk membuktikan sesuatu yang mereka percayai. Apa yang sejarah tidak ceritakan adalah bahwa ada beberapa orang yang mencoba mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk membuktikan sesuatu yang tidak berarti bagi siapa” kecuali bagi diri mereka sendiri. Ini adalah ke 6 orang yang membuktikan satu hal terpenting : Sangat mudah untuk mati ketika melakukan hal yang tidak penting.
Franz Reichelt (1912)
Franz Reichelt (1912)
Seorang penjahit dari Perancis, dia mencoba membuktikan klo dengan pakaian buatan dirinya semua orang bisa terjun dengan selamat dari ketinggian manapun. Lalu dia mencari tempat yang tinggi untuk membuktikan hal tersebut. Karena waktu itu menara eiffel adalah tempat yang paling tinggi, jadi dia mutusin buat lompat dari situ. Namun sayang, apa yang dia pikir bakal jadi percobaan terhebat justru membuat dia sukses menghantam tanah dan mati seketika.
Bando Mitsugoro VIII (1975)
Seorang aktor pemeran kabuki di Jepang yang terkenal pada tahun 1975. Waktu itu dia sama” temannya mampir ke sebuah restoran untuk memesan empat porsi liver ikan fugu. Dia mau ngebuktiin klo dia bisa makan itu ikan dan tetep hidup. (Klo loe belum tahu, ikan fugu itu termasuk makanan yang paling beracun klo disajikan sembarangan. Jangankan empat, loe makan satu porsi aja bisa mati beneran)
ikan fugu
Setelah 7 jam Mitsugoro ditemukan tewas, menurut data forensik, Mitsugoro tetap sadar meskipun dalam keadaan sekarat ketika keracunan, dia benar” lumpuh sampai akhirnya mati perlahan” karena kehabisan nafas. Bener” menyakitkan Garry Hoy (1993)
Seorang pengacara terkenal di Kanada. Dia punya kantor dilantai atas sebuah gedung. Nah yang dia pengen buktiin adalah klo kaca di kantornya itu anti pecah walaupun dihajar pake apapun. (Sepanjang pengetahuan dan pengalaman gw, kaca yang seperti itu cuma termasuk jenis kaca anti peluru. Klo dipasang sepanjang gedung kayanya ga mungkin, karena mahal paling kaca” kaya gini cuma dipasang di mobil)
Well, back to Garry. Dia pun mencoba usaha pertamanya dengan berlari menghantam kaca. And you know what? Kacanya ga pecah! Tapi entah apa yang ada dipikirannya. Dia justru jadi tertantang untuk memecahkan kaca tersebut
Setelah mundur beberapa langkah, Garry lalu berlari sekencang”nya dan prankk?!! Kaca itu akhirnya pecah! Garry pun dengan bangga membuktikan klo kaca itu ternyata bisa pecah. Namun sayangnya dia baru sadar klo keberhasilannya itu justru membuat dia kini terjun bebas kebawah dan akhirnya tewas.
Jeff Dailey dan Peter Burkowski (1981)
Dua sohib ini adalah maniak game arcade Berzerk. Berzek adalah game arcade atau yang lebih kita kenal dengan sebutan dindong ini sempet jadi hit ditahun 1980.
Jeff dan Peter berlomba buat dapetin skor tertinggi sampai akhirnya…. Jeff ditemukan meninggal karena serangan jantung setelah mendapatkan skor tertinggi 16.660 (666 angka setan, ada hubungannya ga ya? ). Peter tidak menyadari klo tubuh dalam keadaan lemah pun, video game bisa jadi hal yang sangat ekstrim, dan serangan jantung yang menewaskan Jeff itulah salah satu bukti.
Setelah 2 tahun kemudian Peter berhasil mengalahkan skor Jeff, namun akibatnya fatal. Karena kelelahan Peter terkena serangan jantung sama seperti apa yang dialami Jeff. Dan dia pun meninggal…
Btw, jadi inget sama kasus Lee Seung Seop, remaja korea yang tewas karena serangan jantung setelah maen game Starcraft 50 jam non-stop
Jennifer Strange (2007)
Tahun 2007, sebuah stasiun radio KDND 107.9 di California mengadakan sebuah kontes bertajuk “Hold Your Wee For a Wii”. Jadi prinsipnya dasarnya loe harus nahan pipis / kencing selama mungkin setelah minum beberapa botol air Dan sebagai hadiahnya tidak lain adalah konsol nintendo wii. Mainan yang lagi hot” nya waktu itu. Kontes ini menarik perhatian jennifer, apalagi sebagai seorang ibu yang mempunyai anak. Kali aja klo menang nintendo nya bisa jadi hadiah terbaik buat si anak. Dia pun mengikuti kontes itu, tapi apa yang terjadi..
Jennifer meninggal karena apa yang disebut dengan “Water Intoxication” atau keracunan air. Jadi karena terlalu banyak air yang masuk kedalam tubuh terjadi ketidak seimbangan elektronik yang akut didalam otak.
Hal ini sebenarnya sayang banget menurut gw. Memang adalah hal yang wajar klo orang tua akan melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya, cuma hal itu kan ngga berarti mereka harus melakukan sesuatu diluar batas, apalagi cuma untuk mendapatkan barang yaa… Satu buah game konsol yang notabene sebenarnya bisa didapatkan klo kita rajin nabung.
Dan pada akhirnya Jennifer tidak memenangkan kontes itu, dan semua pihak di radio yang terlibat dari awal saat itu juga langsung dipecat
Christopher Mccandless (1992)
Udah pada nonton film “Into The Wild”..?? Klo udah pasti tahu jalan ceritanya. Ada beberapa orang yang punya motivasi untuk hidup di alam bebas, jauh dari peradaban. Dan Chris adalah salah satu orang itu..
Sebenarnya dia orang yang pintar dan bahkan waktu itu denger” dia dapet beasiswa sampai puluhan ribu dollar Tapi ngga tahu apa yang ada dipikirannya waktu itu, dia memutuskan untuk membuang hal itu dan mulai menjalani hidup baru di alam bebas tanpa bantuan siapapun. Meninggalkan pendidikan, teman” dan bahkan keluarganya sendiri.
Mencoba sesuatu itu boleh, tapi tanpa persiapan yang matang semua itu bisa jadi bencana. Inilah yang terjadi dengan Chris, karena tidak punya pengalaman sama sekali dan juga minimnya peralatan yang dibawa lambat laun dia terdesak dan mulai kelaparan. Setelah hampir empat bulan bertahan hidup dengan hanya memakan biji”an dari tumbuhan, Chris pun akhirnya tewas karena kelaparan. Dua minggu setelah itu mayatnya ditemukan masih terbungkus selimut tidur oleh 2 orang pemburu yang kebetulan lewat.
Sebenarnya dia orang yang pintar dan bahkan waktu itu denger” dia dapet beasiswa sampai puluhan ribu dollar Tapi ngga tahu apa yang ada dipikirannya waktu itu, dia memutuskan untuk membuang hal itu dan mulai menjalani hidup baru di alam bebas tanpa bantuan siapapun. Meninggalkan pendidikan, teman” dan bahkan keluarganya sendiri.
Mencoba sesuatu itu boleh, tapi tanpa persiapan yang matang semua itu bisa jadi bencana. Inilah yang terjadi dengan Chris, karena tidak punya pengalaman sama sekali dan juga minimnya peralatan yang dibawa lambat laun dia terdesak dan mulai kelaparan. Setelah hampir empat bulan bertahan hidup dengan hanya memakan biji”an dari tumbuhan, Chris pun akhirnya tewas karena kelaparan. Dua minggu setelah itu mayatnya ditemukan masih terbungkus selimut tidur oleh 2 orang pemburu yang kebetulan lewat.
http://gendonentong.blogspot.com/2011/03/home-ragam-o-unik-o-warna-warni-o-rekor.html
Senin, 11 November 2013
Telkom Speedy Mati atau hidup terus mati lagi
Malam ini 12 Juni 2008 sekitar pukul 22:35 WIB, Speedy "kehilangan" lagi koneksinya, atau jika mau sedikit mem"bela", memang tidak mati total, tapi mati kurang total :) Ehm.. tapi mati suri juga bukan. Konfirmasi dengan Customer Service Telkom 147 telah dilakukan pada sekitar pukul 23:15 WIB. Dan memang benar, Customer Service Telkom yang kebetulan berjodoh untuk menerima "uneg-uneg" ini mengatakan,..
"Ya, Baiklah" Jawab si penelpon.
#PS :
"Ya sudah. Selamat menikmati" Jawab Saya
"Maaf pak, saat ini memang jaringan speedy seluruh Indonesia sedang mengalami gangguan, dikarenakan terputusnya koneksi di Batam". Customer service ini malah (menambah jumlah kerutan didahi sang pelanggan dengan) mengatakan bahwa "Begini pak, baru ada konfirmasi dari pusat pada pukul 23:00 dan saat ini (23:15) sedang dalam tahap investigasi". -Mohon dicatat kata investigasi. Ketika ditanyakan kapan gangguan ini bisa diatasi, beliau menjawab "Belum ada kepastian mengenai kapan gangguan ini akan selesai diatasi".
"Ya, Baiklah" Jawab si penelpon.
#PS :
- Kata "Investigasi" menunjukkan bahwa saat itu (sampai pukul 23.15) belum diketahui dengan pasti "APA" penyebab gangguan. Biasanya gangguan yang dialami Telkom adalah putusnya kabel serat optik di regional tertentu. Kebetulan, malam ini, Batam jadi pilihannya :D
- - Tulisan ini hanya opini sepihak, tapi bagaimanapun sebagai wujud tanggung jawab, sudah dikonfirmasi oleh CS Telkom 147 sendiri.
"Ya sudah. Selamat menikmati" Jawab Saya
Langganan:
Postingan (Atom)