Tampilkan postingan dengan label masih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masih. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2014

Daftar Orang Yang Masih Hidup Setelah Dieksekusi Mati

Daftar Kasus Orang yang Tidak Mati Setelah Dieksekusi Mati- Jodoh dan kematian hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala lah yang menentukan. Kita selaku manusia hanya bisa menerima ketentuanNya tersebut. Kasus-kasus berikut ini unik. Beberapa terpidana mati tidak menemui ajalnya sekalipun telah dilakukan pelaksanaan hukuman mati terhadap mereka.
kasus eksekusi Daftar Kasus Orang yang Tidak Mati Setelah Dieksekusi Mati
@galaksinews.com
John Henry George Lee
John merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, Miss Emma ditemukan tewas dengan leher yang tersayat pisau dan rumahnya terbakar. John kemudian dinyatakan bersalah dan divonis hukuman gantung. Menurut jadwal, John akan dgantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.
 Ketika sudah hari-H, John dibawa keluar dari selnya untuk menuju tempat eksekusi. Namun, trap door (pintu penyekat antar zona penjara) macet. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi tiga kali.
Di tengah kebingungan pihak penjara dan eksekutor, John dikembalikan ke sel nya. Dan beberapa hari kemudian, hukumannya diubah menjadi kurungan seumur hidup.

Anne Green

Dieksekusi mati dengan cara digantung ketika berumur 22 tahun. Pada masa itu, hukuman gantung dilaksanakan dengan cara si napi disuruh naik tangga dan mengalungkan sendiri tali ke lehernya.
Setelah tergantung slama 1/2 jam, tubuh anne diturunkan dan diberikan pada pihak universitas sebagai bahan kuliah anatomi. Namun, setelah di kampus, peti dibuka dan dokter mendengar suara bernapas dari tenggorokannya. Mereka segera memberinya minum.
Dua belas jam setelah eksekusi, Anne sudah bisa bicara beberapa kata. Beberapa tahun kemudian Anne akhirnya menikah dan punya 3 orang anak, serta dapat hidup 15 tahun lagi setelah peristiwa eksekusi yang membuatnya terkenal itu.
Setelah kasus ini, terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya, shingga dapat mati secara cepat.

Joseph Samuel

Joseph divonis mati dengan cara digantung setelah dituduh melakukan perampokkan rumah seorang wanita kaya dan polisi yang menjaga rumah tersebut ikut terbunuh.
 Joseph memang mengakui perampokkan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Joseph merampok rumah tersebut bersama gengnya. Si kepala geng dilepaskan karena kurangnya barang bukti.
Pada 1803, Joseph dibawa bersama napi lain ke Parramatta, di mana sudah ada ratusan orang yang datang untuk melihat eksekusi ini. Setelah berdoa, Joseph naik ke atas gerobak dan di lehernya dikalungkan tali. Setelah siap, gerobak tersebut ditarik.
Bukannya menggantung tubuh Joseph, tali tersebut malah putus. Algojo coba lagi, tetapi kali ini tali tersebut selip dan kaki Joseph menyentuh tanah. Di tengah kegaduhan penonton, algojo coba lagi untuk ketiga kali. Tali tersebut kembali putus.
Kali ini petugas di lokasi mengabarkan gubernur tentang peristiwa ini. Setelah mengetahuinya, gubernur mengubah hukuman Joseph menjadi kurungan seumur hidup. Gubernur dan petugas lain meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan petunjuk dari Tuhan, bahwa tidak seharusnya Joseph mendapat hukuman tersebut.

Wenseslao Moguel

Moguel divonis mati dengan cara ditembak oleh regu tembak kepolisian. Ia ditembak 9 kali, termasuk 1 peluru terakhir yang ditembakkan ke kepalanya oleh komandan regu dalam jarak dekat untuk memastikan kematiannya.
Entah bagaimana, Moguel bisa bertahan hidup dan berencana untuk melarikan diri. Moguel pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga tersebut.
Foto di atas diambil pada tahun 1937 di acara Ripley’s Believe It or Not. Dimana Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yg menembus kepalanya dari jarak dekat.

sumber
Read More..

Rabu, 12 Februari 2014

Harta Karun Steve Jobs yang Masih Menjadi Misteri

Setelah kepergian mendiang Steve Jobs sang inovator teknologi dari Apple, warisannya pun banyak diburu. Selain biografinya yang menceritakan kisah hidup seorang Jobs, banyak peninggalan Jobs yang diburu.

Jika sebelumnya ada iPod Shuffle bertandatangankan Steve Jobs yang dilelang, ternyata masih ada yang tak kalah berharga.

Aspen Time Capsule yang berisikan harta karun Steve Jobs.
Image: lifelibertytech.com 
 

Harta karun yang dimaksud ialah sebuah mouse dari komputer Apple Lisa. Mouse tersebut terkubur di dalam time capsule pada tahun 1983 silam. Sejatinya, harta karun itu direncanakan untuk digali kembali 27 tahun kemudian. Tapi sayang, hingga hari ini keberadaan time capsule itu masih misterius. Diduga harta karun itu masih ‘perawan’.

Marcel Brown dari lifelibertytech.com menyatakan bahwa tak seorang pun tahu persis dimana lokasi harta karun itu dikuburkan. Dokumen yang menunjukkan peta harta karun itu juga telah hilang. Bahkan sang pemilik tanah yang diduga merupakan lokasi penguburan time capsule itu tak bersedia jika tanahnya digali.

Brown sendiri memperoleh informasi ini dari John Celuch, klien Brown yang tengah memberikan rekaman pidato Steve Jobs di IDCA pada tahun 1983. John bercerita mengenai rahasia sesudah pidato Jobs kala itu, yakni sebuah time capsule yang dikuburkan bersama peninggalan Steve Jobs.

Brown pun semakin yakin ketika menemukan sebuah artikel koran tahun 2010 yang berjudul “Setelah 27 tahun, lokasi time capsule Aspen masih misterius.”

Bagaimana ceritanya kok Steve Jobs bisa menguburkan sebuah mouse dalam time capsule?

27 tahun silam, Jobs tengah berpidato di International Design Conference, Aspen, Colorado. Setelah berpidato mengenai “The Future Isn’t What It Used To Be”, seorang panitia bernama John Celuch bertanya pada Steve Jobs apakah ada sesuatu yang ingin ia sertakan dalam time capsule.

Setelah berpikir selama beberapa saat, Jobs kemudian mencabut mouse dari komputer Apple Lisa dan memberikannya pada John untuk dikubur dalam time capsule. Menariknya, John menyatakan bahwa time capsule ini tidak digali sesuai rencana awal. Ia pun juga tidak begitu ingat kapan dan dimana lokasi time capsule itu dikuburkan.

Saat ini Brown bersama John tengah berusaha mencari pihak terkait yang ikut dalam acara penguburan time capsule tersebut.
 
 
sumber
Read More..