Tampilkan postingan dengan label ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Agustus 2014

BUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR




Saat ini banyak sekali ikan hias yang dijual di pasaran yang harganya cukup murah karena mudah untuk di kembang biakka dengan cepat. Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dari sekian banyak jenis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya.


BUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR





Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:
  1. Ikan-ikan hias yang beranak.
  2. Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
  3. Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
  4. Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
  5. Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.
Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya:
  1. Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
  2. Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
  3. Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
  4. Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)

CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA IKAN HIAS


  1. Induk Jantan
    1. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
    2. Tubuhnya rampaing.
    3. Warnanya lebih cerah.
    4. Sirip punggung lebih panjang.
    5. Kepalanya besar.
  2. Induk Betina
    1. Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
    2. Tubuhnya gemuk
    3. Warnanya kurang cerah.
    4. Sirip punggung biasa.
    5. Kepalanya agak runcing.
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMELIHARAAN
  1. Air yang diperlukan adalah ari yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
  2. Suhu air berkisar antara 15 ~ 27°C.
  3. pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
  4. Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.
TEKNIK PEMIJAHAN IKAN HIAS
  1. Pemilihan induk. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
  2. Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.
  3. Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.
PERAWATAN BENIH IKAN HIAS
  1. Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
  2. Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan cuk.
  3. Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
  4. Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitas air.
  5. Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.

Baca juga tentang Pemijahan Ikan Guppy, Cara mebesarkan ayam secara cepat, Cara Mengatasi Flu Burung, Ternak Ayam Kampung, Cara Budidaya ayam arab, Jenis ikan hias air tawar, Jenis Ikan Hias, Cara mengetahui sifat pasangan


sumber : http://www.iptek.net.id
Read More..

Minggu, 29 Desember 2013

Video Inilah Ikan Kecil Yang Paling Di Takuti Di Brazil

Ikan Candiru atau disebut Canero merupakan jenis ikan air tawar yang sekeluarga dengan ikan lele. Ikan ini boleh didapati di sungai amazon dan sungai Oranoco, ikan ini mempunyai reputasi sebagai ikan yang paling ditakuti oleh penduduk tempatan, ikan ini lebih di takuti daripada ikan piranha.  Ikan ini hanya boleh membesar sehingga 1 hingga 2 inci dan lebar 4 hingga 6 milimeter, mempunyai bentuk seperti seekor belut dan hampir telus (lutsinar), membuatnya hampir mustahil untuk dilihat di dalam air. Ikan yang pantas, perenang yang kuat, lembut dan licin, dengan gigi yang tajam.
Terdapat 3 spesies Candiru: yang biasanya makan dengan cara memasuki ikan yang lebih besar, Candiru paus (whale Candiru) merupakan pemakan bangkai yang lebih memilih untuk makan dari ikan yang sudah mati
Ikan Candiru merupakan parasit, modus operandinya sangatlah ringkas dan kejam: Ikan memburu ikan, ikan Candiru berusaha untuk mengetahui aliran air yang berasal dari ikan lain, setelah mengetahui dari mana aliran air tersebut, ikan itu akan terus menuju celah-celah sirip ikan itu, duri yang ada di kepala Candiru akan melukai insang ikan dan mengeluarkan darah selagi ikan Candiru berada di dalam ikan tersebut. Sehinggakan ikan Candiru digelar sebagai ikan vampire dari Brazil.
Ikan ini ditakuti kerana ia tertarik pada air kencing atau darah, dan bila seseorang berenang telanjang ia akan masuk ke celah dubur atau faraj, bahkan, ikan ini mampu masuk ke lubang zakar – dan mungkin ke dalam urethra). Bila ini terjadi ikan Candiru sangat sukar dikeluarkan kembali kecuali melakukan pembedahan. Kerana ikan ini mendapati mangsanya dengan mengikuti aliran air dari insang ke sumbernya, kencing sambil berenang meningkatkan kemungkinan Candiru masuk ke urethra manusia.
Cara untuk membunuh ikan ini adalah dengan rawatan tradisional, dengan air dari dua jenis tanaman: Xagua dan epal Buitach yang dimasukkan ke kawasan yang terkena. kedua tanaman ini akan meleraikann ikan tersebut. Dan juga dengan memalui pembedahan, tetapi pembedahan memerlukan kos dan waktu. Sering kali, berlaku jangkitan menyebabkan shock dan kematian  sebelum Candiru dapat dibuang.

Read More..