Tampilkan postingan dengan label marinir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marinir. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 November 2013

KISAH MARINIR INDONESIA PENJAGA SUAR AMBALAT GEGERKAN MALAYSIA


Pada waktu konflik ambalat pertama kali beberapa tahun lalu ada cerita yang cukup menarik mengenai aksi tentara kita terhadap kapal patroli malaysia. Pada saat itu di perairan karang unarang ambalat, kita sedang membangun mercu suar sebagai bukti kedaulatan kita disana. Pembangunan mercu suar tersebut tidaklah mudah mengingat kapal malaysia sering mengganggu dengan sering mendekati mercu suar lalu mengerem mendadak sehingga ombak cukup besar menghantam mercu suar. Hal ini sangat menyulitkan para pekerja dalam menyelesaikan pembangunan. Sebenarnya di mercu suar tersebut ada dua tentara marinir yang berjaga dengan senjata lengkap dengan posisi senjata diarahkan pada Kapal Patroli Malaysia tersebut. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak mengingat tidak ada perintah menembak kecuali di tembak lebih dahulu.


Tentunya bisa dibayangkan betapa jengkelnya tentara kita melihat gangguan tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa melihat para pekerja berbasah-basah dan nyaris jatuh ke laut terkena terjangan ombak kapal.  Mereka berpikir kalau begini terus caranya kapan bisa selesai pembangunan mercu suar tersebut sementara mereka harus berjaga kepanasan, kehujanan dengan pemandangan laut sejauh mata memandang. Setelah kelelahan menganggu dengan ombak buatannya, Kapal Perang malaysia beristirahat di tengah laut dekat mercusuar.

Sementara itu awak kapalnya tidur-tiduran dan duduk2 sambil baca koran di atas dek kapal.  Terkejutnya mereka tiba-tiba di atas kapal sudah berdiri seorang tentara Indonesia dengan senjata mengarah pada mereka sambil membentak “siapa pemimpin disini”. Seseorang perwira kapal malaysia keluar dari kapal sambil mengangkat tangan “saya” jawabnya dengan sedikit gugup. “Pergi dari sini jauh jauh atau saya tembak” perintah Tentara Indonesia. Tanpa berpikir panjang Kapal Malaysia segera menarik sauh, menghidupkan Kapal dan menjauh dari Mercu suar. Sementara itu tentara kita langsung meloncat ke laut untuk kembali ke mercu suar.  Sejak insiden tersebut tidak ada lagi kapal malaysia berani mendekat Mercu suar, sehingga pembangunan bisa lebih cepat. Kejadian ini sempat jadi pembicaraan hangat di Kota Tarakan dan sempat diberitakan pada koran lokal. Walaupun insiden ini cukup beresiko tapi masyarakat di perbatasan cukup mengapresiasi keberanian tentara tersebut.


Berdasarkan cerita tersebut, menurut pemikiran saya Malaysia sebenarnya mengajak adu nyali tapi tidak ada niat untuk berperang. Saya merasa khawatir adu nyali ini diarahkan untuk tawaran
perundingan yang akhirnya berujung kembali di Mahkamah Internasional seperti sipadan ligitan. 
Mengingat lobi-lobi Malaysia bisa dimainkan disana dan peluang mendapatkan ambalat bisa
50%:50%. Seharusnya Pemerintah jangan terpancing untuk berunding apalagi maju
ke Mahkamah Internasional. Selesaikan saja secara fisik di perbatasan tersebut. Saya yakin tidak akan ada perang di ambalat kecuali hanya adu syaraf dan nyali. 

Kebanyakan yang orang tau itu cuma kopassus yang terbaik, pasukan terbaik ke 3 didunia, padahal selain Kopassus, Special force dari kesatuan Angkatan laut (marinir) Yontaifib juga tidak kalah baiknya, mungkin karena jarang di publikasikan oleh media media. Konon katanya Yontaifib (Pengintaian & amfibi) setara dengan kopassus (aD), tapi dari kemampuan nya,  1 personel Taifib = 3 orang kopassus. 1 personel Kopassus = 8 tentara biasa.

Diatas Taifib ada Denjaka (Datasemen Jala Mengkara). Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL. konon katanya 1 orang Denjaka = 5 org Taifib.
Jadi kalau Kopassus saja bisa jadi pasukan terbaik no 3 di dunia, bagaimana dengan special force Taifib, Kopaska (Pasukan katak), & Denjaka??? belum lagi dibahas dengan pasukan elite dari Angkatan Udara yang juga tidak pernah terexpose???
Jumlah pasukan elite tersebut memang tidak pernah di expose karena pasukan ini memiliki
tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi.Penggunaan special force tersebut digunakan untuk tugas-tugas rahasia pemerintah.



Pasukan Taifib:




Pasukan Denjaka:



Yang jelas tanpa berusaha membanding bandingkan berbagai Korps TNI layaknya patut di apresiasi mengingat betapa pentingnya keseluruhan anggota TNI bagi keutuhan negeri ini.
TNI satu NKRI:

Read More..