Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 September 2014
Hotel Khusus Mayat di Jepang
Hisayoshi Teramura ( pemilik hotel ). Seperti layaknya hotel biasa, hotel mayat di jepang ini juga menyediakan layanan kamar. Para penyewa disediakan peti mati cantik, dilengkapi dengan rangkaian bunga yang indah. Jenazah juga diperlakukan bak raja atau ratu. Mereka didandani, dipakaikan baju terbaik dan diletakkan di kamar berpendingin udara ekstra.
Hotel mayat ini memiliki 40 kamar bagi jenazah. Setiap malamnya, keluarga penyewa dikenakan biaya hingga 12.000 yen atau sekitar Rp1,3 juta. Teramura mengaku hotelnya sering didatangi pasangan bulan madu yang mengira itu adalah tempat penginapan.
Hotel mayat ini memiliki 40 kamar bagi jenazah. Setiap malamnya, keluarga penyewa dikenakan biaya hingga 12.000 yen atau sekitar Rp1,3 juta. Teramura mengaku hotelnya sering didatangi pasangan bulan madu yang mengira itu adalah tempat penginapan.




Senin, 07 April 2014
Cara Unik Klub Jepang Merayakan Gol

Setiap suporter memiliki cara khas dalam merayakan gol yang dicetak oleh tim kesayangan mereka. Yang normal sih mereka melompat-lompat kegirangan sambil bertepuk tangan.
Nah, kalau di Jepang lain lagi sobat. Mereka mempunyai cara unik untuk merayakan gol. Ini saya lihat dari beberapa pertandingan di Liga Jepang dan sangat menarik untuk dilihat.
Para pendukung mereka biasanya sudah bersiap ditribun belakang gawang dengan membawa bendera klubnya. Ada beberapa bendera yang sudah diletakkan pada tembok tribun depan yang menghadap ke gawang. Jadi ketika tim mereka mencetak gol, maka bendera-bendera yang sudah diletakkan berdampingan itu akan langsung diangkat untuk merayakan gol. Benar-benar meriah pesta golnya..
Sabtu, 01 Maret 2014
7 Keunikan Yang Hanya Ditemui Di Jepang
1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara”.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar
= Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, sinetron di TV seringkali nampilin hal-hal yang berbau seram (hantu).

4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.

5. Cara baca tulisan Jepang ada dua : sama dengan buku berhuruf Roman alphabet, huruf dibaca dari atas ke bawah, yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri, sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri (jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya nama keluarga anda apa ?, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar
= Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, sinetron di TV seringkali nampilin hal-hal yang berbau seram (hantu).

4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.

5. Cara baca tulisan Jepang ada dua : sama dengan buku berhuruf Roman alphabet, huruf dibaca dari atas ke bawah, yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri, sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri (jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya nama keluarga anda apa ?, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.
Rabu, 05 Februari 2014
Hiromi Kano Pesinden Jepang Pinter Lagu Jawa
Hiromi Kano Terkenal sebagai salah satu orang jepang yang pinter menyanyikan lagu lagu jawa. Berikut Cuplikan dari pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Istana Negara pd tgl. 7 Ags. 2009 dgn lakon Sesaji Raja Suya oleh dalang Ki Purbo Asmoro, hadir Presiden SBY beserta Ibu Negara, para menteri, pejabat negara dan para duta besar.
Hadir pula empat pesinden bintang tamu yaitu Kitsie Emerson (Amerika), Karen Elizabeth Sekararum (Amerika), Hiromi Kano (Jepang), sinden Cilik Febriani Mega Saputri (Kediri) dan pelawak Kirun.
Hadir pula empat pesinden bintang tamu yaitu Kitsie Emerson (Amerika), Karen Elizabeth Sekararum (Amerika), Hiromi Kano (Jepang), sinden Cilik Febriani Mega Saputri (Kediri) dan pelawak Kirun.
Hiromi Kano suka makanan jawa jangan Gori hehe,,
Langganan:
Postingan (Atom)