Tampilkan postingan dengan label ada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ada. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Maret 2014
Game game Terbaik dan terlangka Cuma Ada Di Indonesia
Game-game Terbaik dan terlangka Cuma Ada Di Indonesia - Siapa bilang Indonesia tidka bisa membuat game sendiri. Indonesia juga bisa membuat game sendiri. Walau cuma covernya saja dan belum tentu game-game ini dijual dipasaran. Ini dia Game-game Terbaik dan terlangka Cuma Ada Di Indonesia :
Transankot : Ravenge Of The Braga Street

Need For Speed : Most Angkot - Kelapa-Ledeng Edition

Grand Thief Auto Bandung City Stories

Microsoft Becak SimulatorX : Bandung Edition

Tukul May Cry 4

Resident pocong : The Soto Babat Crochoniles

Tarno Potter and The Sate Building Mysteri

Damri 2

Need For Speed : Andonground

Transankot : Ravenge Of The Braga Street
Need For Speed : Most Angkot - Kelapa-Ledeng Edition
Grand Thief Auto Bandung City Stories
Microsoft Becak SimulatorX : Bandung Edition
Tukul May Cry 4
Resident pocong : The Soto Babat Crochoniles
Tarno Potter and The Sate Building Mysteri
Damri 2
Need For Speed : Andonground
Kamis, 20 Februari 2014
Hore!! Layanan Internet 4G LTE Sudah Ada Di Indonesia
Perusahaan telekomunikasi Internux meluncurkan layanan 4G Long Term Evolution pertama di Indonesia, Kamis (14/11/2013). Produknya diberi nama Bolt yang menawarkan kecepatan akses internet hingga 75 Mbps.
Untuk menyelenggarakan 4G Long Term Evolution (LTE), Internux mengeluarkan investasi senilai 550 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,3 triliun, untuk menyewa menara BTS hingga menyediakan perangkat mobile wi-fi di pasar.
Chief Technology Officer Internux Devid Gubiani mengatakan, jaringan 4G LTE Internux berjalan di pita frekuensi 2,3 GHz dengan menerapkan teknologi time division duplex long term evolution (TDD LTE). Di frekuensi tersebut, Internux menggunakan lebar pita 15 GHz untuk menggelar 4G LTE.
Jaringan 4G LTE Internux mencakup kawasan Jabodetabek. “Tahap awal ini kami menggunakan 1.500 menara BTS untuk menyediakan 4G LTE di Jabodetabek,” kata Devid. Pada tahun 2015, Internux menargetkan memiliki 3.500 menara BTS untuk meningkatkan kualitas layanan.
Saat ini, Internux menyewa menara BTS dari lima penyedia, yaitu Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel), Iforte, Protelindo, Solusi Tunas Pratama (STP), dan Tower Bersama Group (TBG).
Paket prabayar Internux dihargai Rp 25.000 untuk kuota 8 GB, ditambah perangkat mobile wi-fi 4G seharga Rp 274.000. Dengan demikian, total harga untuk pembelian pertama adalah
Rp 299.000.
Untuk menikmati akses internet 4G LTE Internux, perangkat ponsel pintar, tablet, ataupun komputer pribadi bisa terhubung ke mobile wi-fi melalui koneksi wi-fi. “Mobile wi-fi Bolt dapat terkoneksi dengan delapan perangkat,” kata Devid.
Jika kuota internet habis, pengguna dapat melakukan isi pulsa di toko atau peretail yang telah bermitra dengan Internux.
Dari 30 juta penduduk yang tinggal di kawasan Jabodetabek, Internux menargetkan dapat menggaet 10 juta pengguna layanan 4G LTE miliknya.
Jaringan Internux hanya melayani akses data, tidak dapat digunakan untuk telepon dan SMS.
Internux merupakan perusahaan telekomunikasi yang memiliki lisensi broadband wireless access(BWA). Oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, operator dengan lisensi BWA, termasuk Internux, First Media, Berca, IM2, dan Jasnita, hanya diizinkan menggelar layanan data (KMP/IBC)
Selasa, 26 November 2013
Ada piring seharga Rp ! 4 M!!Wow
Pernahkah Anda membayangkan memegang sebuah piring seharga Rp 1,4 miliar? Kalau belum, mungkin Anda tertarik melihat yang satu ini.
Seorang nenek di Inggris baru-baru ini menunjukkan sebuah piring kuno miliknya saat seorang presenter acara TV bertajuk “Antiques Roadshow” menggelar acara di dekat rumahnya.
Wanita lanjut usia bernama Wendy Jones itu menyerahkan sebuah piring yang ia ambil dari sebuah bufet. Dan, betapa terkejutnya dia setelah tim penaksir memberikan harga 100.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,4 miliar untuk benda itu.
Sebenarnya kehadiran Jones dalam roadshow di dekat rumahnya di Aberglasney, Wales, untuk mendampingi suaminya yang ingin mencari beberapa buku berharga. Kebetulan, karena lama, dia mengambil sebuah piring berukuran sekitar 22 inci dan membawanya dalam sebuah tas Tesco. Ternyata piring itu begitu berharga.
Pakar penilai, John Axford, mengatakan, piring berbentuk oval itu dibentuk pada abad ke-18 oleh perusahaan India Timur Prusia untuk Frederick II. Dibuat antara tahun 1750 dan 1755 dari pasta keras porselen dan dihiasi dengan gambar keluarga Hohenzollern, elang hitam, dan Maltese Cross.
Dia kemudian menyampaikan penilaian sebesar 100.000 poundsterling untuk sebuah piring yang berasal dari anak Jones itu.
“Dia tidak memiliki ruang untuk piring itu di rumahnya di London sehingga diletakkan di rumahku. Jadi, selama bertahun-tahun piring itu berada di atas bufet yang reyot,” kata Jones.
“Aku mengharapkan anakku akan menjualnya saat ia memiliki keluarga nanti.”
Apa yang terjadi pada Ny Jones memang hanya kebetulan. “Aku pergi karena suami saya ingin mengambil beberapa buku,” katanya. “Aku meraih piring dan meletakkannya di satu tas Tesco karena mudah pecah.”
“Kami tidak tahu asal piring itu, tidak ada dari keluarga kami yang menikah dengan keluarga Jerman. Sementara piring itu dibuat untuk Raja Prusia. Jadi, bagaimana mungkin itu berakhir di keluarga kami.”
Axford, seorang ahli dari rumah lelang Wallis Woolley, sebelumnya juga menaksir harga sebuah piring sup senilai 31.000 poundsterling (Rp 450 juta). “Ini adalah hal-hal yang paling berharga sejauh yang saya lihat di acara roadshow ini.”
Langganan:
Postingan (Atom)